Karya Sen

Young Lee melukis anjing dan domba yang berdiri tenang di tengah lanskap alam yang semarak, bereaksi secara kacau terhadap angin. Warna, garis, dan sapuan kuas menyiratkan gerakan dan kehidupan yang berputar-putar di sekitar subjek yang tenang, tak terganggu oleh badai yang menerpa. Seniman ini menggunakan lapisan cat di atas kanvas, meniru emosi yang perlahan menumpuk seiring waktu. Dia menjelaskan, “Saat lapisan semakin tebal, waktu berlalu dengan lembut, dan saya mendapati diri saya hadir dengan tenang di dalam keheningan itu.”

Young Lee mulai menggambar secara profesional lima tahun lalu. Ia tertarik meniru alam dalam lukisannya bukan hanya sebagai motif, karena hal itu mencerminkan dunia tempat kita hidup. Kekagumannya pada aliran dan ritme kehidupan yang selalu berubah diekspresikan dalam karyanya melalui perpaduan warna dan perubahan bentuk. Ia menjelaskan upayanya untuk menciptakan perasaan berlalunya waktu, “Melalui perpaduan warna dan perubahan bentuk, saya mencoba menangkap perjalanan waktu. Terkadang beberapa musim hadir bersamaan dalam satu adegan, sementara di lain waktu, satu momen berdiri sendiri dengan jelas. Waktu dapat bergerak cepat atau terbentang perlahan dan anggun, mencerminkan ritme yang kita alami dalam hidup.”

Lee menjelaskan dalam sebuah pernyataan tentang karyanya, “Sosok-sosok yang muncul dalam karya saya mungkin merupakan refleksi diri saya sendiri, fragmen dari orang lain, atau makhluk imajiner. Mereka berdiri sendirian di ladang yang luas, menghadapi kekuatan angin, atau berhenti untuk beristirahat dan mengumpulkan kekuatan sebelum bergerak maju lagi.”

Ia menjelaskan lebih lanjut, “Seni saya adalah perjalanan yang tenang, mengikuti aliran alami dunia luar dan diri batin. Saat kita menjalani hidup, kita menavigasi arus pikiran dan perasaan yang tak terlihat, masing-masing mencari ritme yang unik milik kita sendiri. Baik lembut maupun intens, setiap momen membawa keindahan tenangnya sendiri”.

“Saya berharap para penonton akan merasakan kehadiran alam yang hidup dalam kelembutan rerumputan, mekarnya bunga, hembusan napas pepohonan, atau keheningan salju yang turun. Di dalam keheningan itu, mungkin mereka akan menemukan bayangan seseorang yang familiar — seseorang yang terhubung dengan mereka, seseorang yang diam-diam mereka harapkan untuk ditemukan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *